ac.id/wp-content/uploads/2024/12/fgd-kkn.jpg” alt=”” width=”629″ height=”354″ class=”aligncenter size-full wp-image-2690″ />
Malang, 30 Oktober 2024 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HMP-IP) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Best Practice Method to Face PKL and KKN”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 30 Oktober 2024, di ruang kelas IP (C3-2B) Gedung B Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Acara dimulai pada pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan angkatan 2021, 2022, dan 2023.
FGD kali ini memiliki tujuan utama untuk memberikan wawasan dan berbagi pengalaman mengenai praktik kerja lapangan (PKL) dan kuliah kerja nyata (KKN), dua kegiatan akademik yang sangat penting dalam perjalanan studi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Acara ini juga bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan berbagai metode dan strategi terbaik dalam menghadapi tantangan yang ada selama mengikuti PKL dan KKN, yang keduanya adalah bagian dari kurikulum wajib.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang best practices atau praktik terbaik dalam menjalani PKL dan KKN dengan sukses. Selain itu, FGD ini juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk berbagi pengalaman antar mahasiswa yang sudah menjalani PKL dan KKN dengan mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan serupa di masa depan.
PKL, atau Praktik Kerja Lapangan, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan mahasiswa pengalaman langsung di dunia kerja yang relevan dengan bidang studi yang mereka pilih. Menurut penjelasan dari narasumber dalam FGD ini, PKL memiliki berbagai tujuan penting, di antaranya adalah:
1. Menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang dunia kerja.
2. Mempelajari bidang pekerjaan yang relevan dengan latar belakang pendidikan mahasiswa.
3. Memberikan pengalaman kerja yang dapat diterapkan di masa depan, terutama saat memasuki dunia profesional.
4. Memberikan gambaran umum tentang dunia kerja sehingga mahasiswa bisa memahami lebih baik tantangan yang akan dihadapi setelah lulus.
PKL menjadi salah satu kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh mahasiswa program studi tertentu untuk melengkapi pengalaman belajar mereka di kampus. Aktivitas ini tidak hanya mendalami teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih luas dan nyata mengenai dunia profesional.
Selain PKL, Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga menjadi kegiatan yang sangat penting dalam pendidikan tinggi. KKN adalah kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang dilakukan di luar kampus. KKN merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dalam FGD ini, narasumber memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan KKN sebagai berikut:
• Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dengan cara terjun langsung ke masyarakat.
• Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitarnya.
• Membantu pembangunan pedesaan, terutama di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
• Mengembangkan sikap kepemimpinan dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
KKN biasanya dilaksanakan oleh mahasiswa pada semester akhir, dengan durasi antara 1 hingga 2 bulan, di desa atau wilayah setingkat desa. Selama kegiatan KKN, mahasiswa melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan pengajaran, penyuluhan, serta kegiatan sosial lainnya untuk membantu masyarakat setempat. Selain itu, KKN juga dapat dilakukan dalam skala internasional, di mana mahasiswa diundang untuk melakukan pengabdian di luar negeri, mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di kampus dan memberikan kontribusi bagi masyarakat global.
Selama FGD, berbagai materi dan pengalaman praktis dibagikan oleh narasumber yang telah berpengalaman dalam menghadapi tantangan PKL dan KKN. Beberapa hal yang dibahas dalam FGD ini meliputi:
1. Persiapan Mental dan Fisik untuk PKL dan KKN
Narasumber pertama memberikan pemaparan mengenai pentingnya persiapan mental yang matang sebelum menjalani PKL dan KKN. Mengingat kedua kegiatan ini melibatkan interaksi langsung dengan dunia luar, baik itu dunia kerja maupun masyarakat, mahasiswa harus mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi. Dalam hal ini, keterampilan komunikasi dan adaptasi menjadi kunci kesuksesan.
2. Manajemen Waktu dan Organisasi
Mengatur waktu dan memiliki kemampuan manajemen yang baik sangat penting dalam menghadapi PKL dan KKN. Dalam sesi ini, mahasiswa diberikan tips tentang cara mengatur waktu agar tetap produktif, meski terkadang harus menyeimbangkan antara kegiatan lapangan dengan tugas akademik lainnya. Hal ini penting agar mahasiswa dapat menjalani keduanya dengan efektif dan efisien.
3. Pengelolaan Kegiatan KKN yang Berfokus pada Pemberdayaan Masyarakat
Salah satu topik penting dalam FGD ini adalah mengenai pengelolaan KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. KKN bukan hanya tentang mengabdi kepada masyarakat, tetapi bagaimana melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan yang berkelanjutan. Mahasiswa diajarkan untuk menganalisis kebutuhan masyarakat, mengembangkan program pemberdayaan yang relevan, dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan.
4. Menghadapi Tantangan Selama PKL dan KKN
Selama PKL dan KKN, mahasiswa tentu akan menghadapi banyak tantangan, baik dari lingkungan kerja maupun masyarakat. Dalam sesi ini, mahasiswa diajarkan untuk memiliki sikap yang positif dan proaktif dalam menyelesaikan masalah yang muncul, serta bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan tidak familiar.
FGD ini juga diisi dengan berbagi pengalaman oleh mahasiswa yang telah terlebih dahulu mengikuti PKL dan KKN. Mereka menceritakan pengalaman mereka, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang ditemukan dalam mengatasi masalah yang muncul selama kegiatan tersebut. Banyak mahasiswa yang mengungkapkan bahwa PKL dan KKN memberikan mereka banyak pelajaran berharga, mulai dari keterampilan teknis hingga pengembangan diri.
Kegiatan FGD ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi dari para peserta. Dalam sesi penutupan, narasumber mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan PKL dan KKN sebagai sarana pengembangan diri yang penting. “PKL dan KKN bukan hanya sebagai syarat kelulusan, tetapi juga sebagai kesempatan emas untuk belajar langsung dari dunia luar,” ujar salah satu narasumber.
Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIRA Malang dapat lebih siap menghadapi tantangan yang ada dalam PKL dan KKN, serta dapat memanfaatkan kedua kegiatan tersebut untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.