an Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HMP-IP) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bulanan dengan tema “Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Makalah) yang Baik dan Sesuai Kaidah Penulisan.” Kegiatan ini diadakan di Gedung B, ruang C3-2B, lantai 3, dan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari pengurus HMP-IP serta mahasiswa aktif.
FGD ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah sesuai dengan standar akademik yang berlaku, mengingat pentingnya makalah sebagai salah satu bentuk karya tulis yang wajib dikuasai mahasiswa Ilmu Pemerintahan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wahyuni Martha, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) HMP-IP, yang menegaskan pentingnya kemampuan menulis bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Wahyuni menekankan bahwa menulis karya ilmiah bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pemikiran kritis.
“Menulis makalah dengan baik adalah keterampilan penting yang akan membawa mahasiswa tidak hanya sukses di dunia akademik, tetapi juga di kehidupan profesional,” ujar Wahyuni. Ia juga mengingatkan bahwa FGD bulanan ini merupakan program wajib bagi pengurus HMP-IP, sebagai bagian dari upaya organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Materi utama disampaikan oleh Nailatul Aini, Kepala Bidang Jurnalistik HMP-IP, yang membahas secara rinci tentang tahapan-tahapan penulisan makalah yang sesuai dengan kaidah akademik. Nailatul menguraikan langkah-langkah penting dalam penulisan makalah, mulai dari pemilihan topik, pengumpulan data, hingga teknik penyusunan daftar pustaka.
“Menulis makalah memerlukan ketelitian dan kejelian dalam menyusun argumen. Mahasiswa harus mampu menyampaikan ide dengan jelas, berdasarkan data yang valid, dan sesuai dengan struktur penulisan yang benar,” jelas Nailatul. Ia juga menambahkan bahwa tata bahasa, penggunaan referensi yang sesuai, serta konsistensi format adalah elemen penting dalam sebuah karya ilmiah.
Dalam sesi FGD ini, beberapa poin penting yang menjadi fokus diskusi antara lain:
1. Pemilihan Topik – Menentukan topik yang relevan dengan bidang studi dan isu terkini.
2. Penyusunan Kerangka Makalah – Membuat kerangka berpikir yang sistematis agar penulisan terarah.
3. Penggunaan Referensi yang Valid – Pentingnya menggunakan sumber-sumber terpercaya dalam penyusunan makalah.
4. Penyusunan Daftar Pustaka – Teknik penulisan daftar pustaka sesuai standar APA, MLA, atau format lainnya.
5. Kaidah Bahasa – Menjaga tata bahasa dan ejaan yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Nailatul juga memberikan contoh langsung bagaimana membuat kutipan yang benar, baik kutipan langsung maupun tidak langsung, serta cara menghindari plagiarisme.
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta terkait kesulitan yang sering dihadapi saat menulis makalah. Salah satu peserta, Ahmad dari angkatan 2022, bertanya tentang bagaimana cara mengatasi kesulitan dalam merangkai argumen yang logis. Nailatul memberikan saran agar mahasiswa selalu merujuk pada kerangka makalah yang telah dibuat dan memastikan bahwa setiap argumen didukung oleh data yang valid.
Peserta lainnya, Siti dari angkatan 2023, menanyakan tentang teknik penulisan daftar pustaka untuk sumber daring. Nailatul menjelaskan bahwa penulisan daftar pustaka untuk sumber daring harus mencantumkan URL serta tanggal akses untuk menjaga akurasi referensi.
Setelah pemaparan materi dan diskusi, peserta diajak untuk merefleksikan pemahaman mereka melalui sesi tanya jawab dan diskusi kelompok kecil. Para peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membantu mereka memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan makalah.
Wahyuni Martha menutup kegiatan dengan mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam tugas-tugas akademik. “Saya berharap apa yang telah kita pelajari hari ini dapat meningkatkan kualitas makalah yang kalian buat di masa depan. Mari jadikan menulis sebagai bagian dari proses belajar yang menyenangkan,” ujarnya.

FGD ini menegaskan pentingnya membangun budaya literasi akademik di kalangan mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNIRA Malang. Kegiatan rutin seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah yang berkualitas dan sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku.
Dengan penyelenggaraan FGD ini, HMP-IP UNIRA Malang menunjukkan komitmen nyata dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa depan.